Siapa Mentri Pariwisata yang pada Era SBY bernama Metri Pariwisata
dan Ekonomi Kratif akhinya sudah diumumkan. Presiden Joko Widodo dan
Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjuk CEO PT Telekomunkasi Indonesia Aref
Yahya sebagai Menteri Pariwisata. Ini pertimbangan Jokowi menunjuk Arief
untuk mengawal progam pariwisata Indonesia.
"Pak Arief Yahya
adalah CEO PT Telekomunikasi Indonesia yang profesional dan mumpuni dan
pemasaran, dan penerima anugerah Marketer of the Year 2013," kata Jokowi
dalam perkenalan Kabinet Kerja, di Istana Negara, Minggu (26/10/2014).
"Hati-hati dengan Pak Arief, karena anda pun bisa dipromosikan, tentu dengan cara-cara IT," seloroh Jokowi.
Siapa Arief Yahya
Perlu
diketahui, Arief Yahya lahir di Banyuwangi, 2 Maret 1961. Dirinya lahir
dari keluarga sederhana dan mengajarkan ketekunan untuk menjalani
sesuatu dalam hidup. Arief pernah menimba ilmu di jurusan Teknik
Elektro, Institut Teknologi Bandung.
Arief di Dunia Telekomunikasi
Sebelum
dipilih menjadi Menteri Pariwisata oleh Presiden Joko Widodo, Arief
Yahya merupakan sosok profesional tulen. Saat ini, Arief tercatat
sebagai Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sejak
Mei 2012.
Di dunia telekomunikasi, Arief dikenal memiliki segudang prestasi baik kancah domestik hingga internasional.
Sebelum
ia menjabat sebagai Direktur Utama Telkom, ia menduduki jabatan
Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia sejak tahun 2005.
Bisnis
Telkom dan anak perusahaannya terus bermekaran sampai ke luar negeri.
Dua pekan lalu, Telkom (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk), dengan anak
perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin)
mengembangkan sayapnya ke Timor Leste.
Arief juga masuk dalam
daftar ”25 Business Future Leader” versi majalah Swa. Arief juga
terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori
Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari
majalah Business Review. Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO BUMN
Inovatif Terbaik 2012.
Prestasi yang diraih Arief ini juga
berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai
dengan September 2012 tercatat sebesar Rp 56,864 triliun. Sedangkan
labanya sebesar Rp 14,11 triliun.
Dia adalah pencetus
Exclusive Service Area (ESA) berupa penyediaan dan penyelenggaraan
Fastel di daerah terpencil pada 2003. Dia juga meraih Chief Executive
Officer (CEO) BUMN terbaik pada 2012.
Arief berhasil membawa
Telkom menyabet tiga anugerah di bidang Inovasi Good Corporate
Governence (GCG) Terbaik, Inovasi Aplikasi Technology Terbaik, dan
Inovasi Sumberdaya Manusia Terbaik di Indonesia.
Orang Marketing
Arief
Yahya meraih penghargaan “Marketeer of the Year” 2013 dari onsultan
pemasaran MarkPlus Inc, Indonesia Marketing Association (IMA) dan
majalah pemasaran “Marketeers” untuk perannya dalam dunia pemasaran.
Arief
Yahya dinilai sebagai pelaku pemasaran yang berhasil menunjukkan
semangat pemasaran secara hebat ditambah dengan kinerja yang bagus
meskipun harus menghadapi persaingan yang sulit di era sekarang.
Arief
menulis buku “Paradox Marketing: Unusual Way to Win” yang mulai
dipasarkan Maret 2013. Buku yg ditulis berdasarkan pengalamannya membawa
telkom Indonesia.
Arief Yahya menciptakan dan
mengimplementasikan suatu pendekatan bisnis baru yang bersifat praktis
namun juga kontradiktif atau paradoks, untuk menaklukkan pasar yang
semakin kompleks. Dia membentuk istilah “paradox marketing” dan
membangun strategi unik ini berdasarkan enam konsep, value equation,
providing more for less, polarity management, Blue Ocean strategy, buyer
as seller dan starting from the end.
Begawan pemasaran Philip
Kotler menulis dalam kata pengantarnya bahwa buku ini “menjabarkan
strategi yang tepat untuk menangkap nilai dari konsumen yang saking
terhubungi”, sementara Hermawan Kartajaya mengatakan bahwa ini adalah
konsep terobosan “mengkombinasikan secara harmonis dua kekuatan yang
kontradiktif”
Prestasi Telkom dalam menerapkan strategi paradox
marketing strategy juga membuahkan hasil nyata dari resep Arief dalam
memimpin operator telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu corporate
philosophy, leadership architecture dan corporate culture for
sustainable growth. Ketiga elemen ini adalah refleksi dari aspek keras
dan lunak yang saking melengkapi dalam, yaitu great spirit dan grand
strategy.
Tantangan Arief yahya di Pariwisata
Kini
di bawah kendali Arief, Kementerian Pariwisata mendapatkan tugas berat.
Apalagi, Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan meraih 20 juta wistawan
mancanegara (wisman) sampai 2019. Untuk mencapai target tersebut jelas
diperlukan kerja keras.
Dalam dua tahun terakhir pariwisata
Indonesia tumbuh di atas angka 8 persen hingga jumlah kunjungan wisman
ke Indonesia mencapai kisaran 8-9 jutaan. Tahun 2014 Kemenparekraf hanya
mematok target kunjungan wisman 9,5 juta orang sampai tutup tahun.
Sedangkan tahun lalu tercatat sebanyak 8,7 juta wisman mengunjungi
Indonesia sampai tutup tahun.
Menurut mantan Menparekraf Mari
Elka Pangestu untuk meraih angka 20 juta wisman, sektor pariwisata harus
tumbuh rata-rata 16 persen per tahun bahkan lebih. Itu berarti dua kali
lipat dari pertumbuhan saat ini.
Lantas Bagaimana Cara Arief Yahya Tingkatkan Wisata Indonesia
Arief
Yahya akan menggabungkan digital dengan pariwisata memaksimalkan sumber
daya yang ada dengan sebaik-baiknya. Seperti dikutif dari okezone.com:
“Karena
pariwisata salah satu sektor meningkatkan devisa. Kita menggunakan IT
dan digital,” ucap Arief Yahya, dalam tayangan televisi swasta Metro TV,
Minggu (26/10/2014).
Sebagai media promosi pariwisata, Arief
tetap menggunakan media konvensional seperti televisi, meski
mengeluarkan terobosan baru.
“Kita tetap menggunakan konvensional
marketing seperti televisi, namun kita mengeluarkan terobosan
menggunakan digital marketing,” tambahnya.
Arief mementingkan
pembangunan ekosistem mengembangkan seluruh sektor. Kesehatan dan
kebersihan menjadi perhatian khusus dalam sektor pariwisata.
Dirinya
mengungkapkan potensi yang dimiliki Indonesia besar. Hanya belum
mencapai hasil maksimal. Maka di era kepemimpinannya nanti, Arief
menggunakan cara kreatif menarik wisatawan asing.
“Potensi kita
besar. Negara lain menarik 20 juta wisatawan mancanegara. Kita belum
sampai situ, tapi tinggal mencari cara yang kreatif agar orang lebih
banyak datang ke Indonesia,” pungkasnya.
Mari Bersinergi
Mari kita tunggu saja kerjanya
beliau di Kabinet Kerja Jokowi JK ini. dan tentunya kita juga ikut
terlibat menjadi bagian dari perdukung kerja itu.
Openstrip.com
juga berharap bisa menjadi bagian dari kerja itu. OpensTrip.com berharap
bisa menjad media promosi pariwisata dengan mengkombinasikan tengan
teknologi infomasi.

0 comments:
Post a Comment